Kamis, Juli 29, 2010

Pekerjaan Syaikh sehari-hari..

"..dapatkah Syaikh menolong ku untuk membersihkan mangkuk makan ku ini ?", tanya Bahlul kepada seorang syaikh yang kebetulan lewat di hadapannya.

Bahlul tersenyum menatap wajah Syaikh itu yang menatapnya, "engkau masih terlihat kuat Bahlul, untuk apa engkau seperti malas seperti itu, bukankah engkau dapat membersihkannya sendiri.", balas Syaikh.

"Bukankah pekerjaan para Syaikh sehari-hari adalah mencuci dan membersihkan wc ?, pastilah dengan keahlian itu, Syaikh akan mencuci dan membersihkan mangkuk makan ku ini lebih bersih di banding diriku sendiri.", timpal Bahlul dengan tersenyum.

Syaikh itu pergi meninggalkan Bahlul tanpa sepatah kata, sementara Bahlul membersihkan mangkuk makannya itu dengan ujung surbannya yang lusuh, "aku heran, mengapa sekarang ini begitu banyak orang ingin menjadi syaikh yang pekerjaan kesehariannya adalah mencuci dan membersihkan wc, padahal setiap harinya aku saja sudah cukup sibuk dengan mencuci dan membersihkan mangkuk makan ku ini."

Senin, Juli 26, 2010

Wahai hamba !, tidak ada kebaikan bagimu sesungguhnya..

Wahai hamba !, tidak ada kebaikan bagimu sesungguhnya, selain engkau hanya mengaku-ngaku atas setiap anugerah yang telah Aku berikan kepadamu, dan tidak ada kebaikan pula bagimu sesungguhnya, kecuali engkau hanya dapat mengira-ngira dan menduga-duga atas waktu dan jarak terhadap Ku.

Bagaimana bisa engkau menginginkan keintiman dan persandingan bersama Ku, sementara engkau menginginkan dan menaruh penuh harapanmu kepada selain Ku, yang merupakan ciptaan Ku. Engkau telah membuat Ku marah dalam kecemburuan, maka Ku buat engkau menjadi gelisah dan terus memikirkan kepada apa yang telah engkau harapankan kepada selain Ku, atau Ku buat kalian merasakan kenikmatan yang seperti tiada putusnya atas harapanmu kepada selain Ku dan engkau semakin jauh dari Ku dengan hijab yang berlapis-lapis, dan setiap lapisnya akan terus bertambah sejauh-jauhnya dengan lapisan tipu daya merasa kedekatan kepada Ku.


Sesungguhnya, engkau hanya bisa mengira-ngira dan menduga-duga, lalu engkau membiarkan nafsu mu bermain dengan perkiraan dan dugaan, engkau mengucapkan Nama Ku dengan harapan agar Aku dapat memenuhi kepuasan nafsu mu ?

Kuberikan engkau kemampuan untuk meminta dan memohon, namun itu pun tidak engkau lihat dan tidak sedikitpun engkau mau bersyukur kepada Ku akan itu, jadilah engkau budak yang diperbudak, bukan oleh Ku namun oleh akal dan nafsu mu sendiri.

Semua bentuk yang engkau sebut sebagai kebaikan maupun kejahilan itu sesungguhnya adalah bala' dari Ku, ujian dari Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan penilaian terhadap sikap maupun adab mu akan bala' maupun ujian dari Ku.

Perkataan maupun ucapan mu berbeda, engkau seringkali melemparkan kotoran kepada Ku dengan perkiraan dan dugaan-dugaan, sekalipun Ku berikan engkau jubah dan kemegahan seorang raja, tetap saja engkau hanyalah mahluk yang Ku ciptakan dan hanya untuk Ku sendirian, Aku lah yang menentukan atas setiap penghakiman di setiap hembusan nafas yang engkau lakukan.

Apa ?!, aku kurang jelas mendengarnya..

"Apa ?!, aku kurang jelas mendengarnya.", tanya Bahlul kepada temannya seperti orang yang kurang mendengar dengan jelas. "Semalam, aku telah melakukan ini dan itu hingga subuh hari ini, semoga Allah ta'ala menerima semua amalku.", kata temannya lagi kepada Bahlul dengan agak keras.

"Coba engkau ulangi lagi, aku masih kurang jelas mendengar perkataanmu itu.", balas Bahlul dengan suara agak keras kepada temannya itu.

Temannya mengulangi lagi perkataannya dengan lebih keras dari sebelumnya, tetapi Bahlul malah tetap berperilaku seperti orang yang kurang beres pendengarannya, ia malah mendekatkan kupingnya kepada mulut temannya itu.

Melihat perilaku Bahlul seperti itu, ia menjadi kesal dan marah campur bingung, "sudahlah !, percuma aku mengatakannya, engkau memang pantas di bilang gila !, tingkahmu itu telah membuat ku muak"

Bahlul malah tertawa terpingkal-pingkal sementara temannya semakin bingung melihat tingkahnya, "Nah, apa yang barusan engkau katakan itu, aku mendengarnya dengan amat sangat jelas kawan, muntahkanlah isi muakmu itu, aku bukan hanya mendengar bahkan dapat menampungnya khusus hanya untukmu dan bukan untuk orang lain."